5 Pelajaran Berharga dari Timnas Indonesia yang Meraih Medali Emas SEA Games 1991

15 September 2021, 19:45 WIB
Penulis: Hanputro Widyono
Editor: Taufan Bara Mukti
Timnas Indonesia meraih medali emas pada SEA Games 1991 yang berlangsung di Filipina  pada 26 November hingga 4 Desember 1991.
Timnas Indonesia meraih medali emas pada SEA Games 1991 yang berlangsung di Filipina pada 26 November hingga 4 Desember 1991. /Iis Harianto Sabir/Grafis/Skor.id

SKOR.id - SEA Games 1991 masih menjadi salah satu goresan tinta emas yang berhasil ditorehkan timnas Indonesia dari cabang sepak bola.

Kesuksesan yang pada tahun ini telah genap 30 tahun itu belum dapat dicapai lagi. Padahal sejak saat ini, timnas Indonesia sudah sering bongkar pasang pelatih maupun pemain.

Para pencinta sepak bola nasional tentu sudah merindukan timnas Indonesia dapat kembali tampil apik dan mempersembahkan gelar juara.

Maka tak ada salahnya bagi timnas Indonesia untuk kembali menengok kelebihan-kelebihan skuad Garuda di SEA Games 1991 untuk menjadikannya sebuah pelajaran berharga.

Berikut lima pelajaran berharga yang bisa didapat dari kesuksesan timnas Indonesia meraih medali emas SEA Games 1991.

1. Pelatih berkualitas

Kesuksesan timnas Indonesia merenggut medali emas di ajang SEA Games 1991 tak terlepas dari peran pelatih berkebangsaan Rusia, Anatoli Polosin.

Pelatih kelahiran 30 Agustus 1935 itu datang menjadi pelatih timnas Indonesia pada 1989 dengan membawa segudang pengalamannya menangani tim-tim di Eropa.

Untuk diketahui, Polosin sudah memulai kariernya sebagai pelatih dalam usia yang masih sangat muda. Menurut Transfermarkt, Polosin sudah menjadi asisten pelatih pada usia 28 tahun.

Pengalamannya mengarsiteki banyak tim di Eropa itu menjadi modal penting Polosin ketika menerima tawaran dari PSSI untuk melatih timnas Indonesia pada 1989.

Sejak awal, ia tahu bahwa para pemain Indonesia memiliki fisik yang tak terlalu kuat sehingga ia lebih fokus menggembleng fisik pemain ketimbang taktik.

Harus diakui bahwa dalam masa persiapan menuju SEA Games 1991, timnas Indonesia tak terlalu mendapat hasil bagus dan banyak diragukan oleh pencinta sepak bola nasional.

Namun pengalaman dan kualitas Polosin berhasil membuktikan bahwa meragukan kemampuan timnas Indonesia merupakan sebuah kesalahan.

Ia membawa skuad Garuda meraih medali emas SEA Games 1991 yang digelar di Manila, Filipina.

Raihan 30 tahun lalu tersebut belum mampu diulang lagi hingga saat ini.

2. Kedalaman skuad

Salah satu pelajaran berharga yang juga dapat dari kesuksesan timnas Indonesia di SEA Games 1991 yakni pemilihan pemain yang memiliki kualitas setara.

Level antarpemain yang diboyong pelatih Anatoli Polosin ke Manila dapat dikatakan setara sehingga tidak ada yang namanya pemain inti dan pemain cadangan.

Sebagai contoh, di lini depan, timnas Indonesia SEA Games 1991 memiliki Peri Sandria, Bambang Nurdiansyah, Widodo C Putro, dan Rochi Putiray yang sama-sama berkualitas.

Hal tersebut jelas membuat pelatih lebih mudah dalam memilih pemain yang akan diturunkan menurut strategi yang akan diterapkan.

3. Persiapan panjang

Untuk mendapatkan pemain yang berkualitas, tentu tidak diperoleh secara instan. Pelatih mesti menggelar persiapan dalam jangka yang cukup panjang.

Latihan bersama dalam waktu yang panjang dan membutuhkan kerja keras seakan menjadi proses seleksi alam bagi para pemain.

Para pemain yang merasa tidak cocok atau tidak tahan dengan materi latihan pelatih Polosin akhirnya memilih kabur atau mundur dari pemusatan latihan.

Oleh sebab itu, pemain-pemain yang bertahan hingga akhir pemusatan latihan menunjukkan bahwa ia memang pemain yang layak di timnas dan sesuai dengan kebutuhan pelatih Polosin.

4. Fisik yang prima

Polosin dikenal sebagai pelatih yang keras dan lebih mementingkan latihan fisik ketimbang latihan taktik. Para pemain beberapa kali diajak berlatih di pantai maupun di pegunungan.

Salah satu pemain timnas Indonesia SEA Games 1991, Maman Suryaman, mengatakan bahwa program latihan fisik yang diberikan Polosin sangat gila.

Para pemain timnas Indonesia pernah diajak lari sejauh 5-7 kilometer menanjaki gunung di daerah Cimahi. Melahap menu latihan Polosin sempat membuat Maman berpikir ia atlet atletik.

"Merinding juga ini kalau ingat masa lalu. Justru di awal persiapan itu latihannya kan super gila kalau bisa dibilang. Saya pernah berpikir, kami ini atlet cabang atletik atau sepak bola, latihnya fisik terus," kata Maman Suryaman.

Namun latihan demi latihan itu membuat fisik para pemain timnas Indonesia dalam kondisi prima dan siap tempur di SEA Games 1991.

Terbukti, meski di babak semifinal timnas Indonesia harus bekerja keras hingga babak adu penalti, mereka tak kalah fit kala berduel dengan timnas Thailand di babak final.

5. Mental yang kuat

Program latihan fisik yang seakan tiada berakhir itu akhirnya juga membuat para pemain memiliki mental baja. Mereka tak gentar menghadapi tim manapun.

Ketika sempat tertinggal 0-1 dari tuan rumah di laga terakhir Grup B, Indonesia berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1. Waktu itu Indonesia meraih poin sempurna di fase grup.

Demikian juga kala harus adu mental menjalani dua babak penalti di babak semifinal dan final.

Kesuksesan mengalahkan Singapura dan Thailand lewat adu penalti juga menunjukkan bahwa skuad asuhan Polosin memiliki mental yang kuat.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor.id (@skorindonesia)

Berita Timnas Indonesia lainnya:

AFC Tanggapi Usulan Piala Dunia 2 Tahun Sekali, Timnas Indonesia Ikut Diuntungkan

Apa Kabar Markus Horison, Eks Kiper Andalan Timnas Indonesia?

Pemain Timnas Indonesia Pernah Buat Ruud Gullit Kecewa di Jakarta

  • Sumber: Skor.id, Transfermarkt
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Timnas Indonesia

    Kamis, 26 Agustus 2021

    Shin Tae-yong Bawa 3 Kandidat Asisten Pelatih Baru untuk Timnas Indonesia

    Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, sudah mengantongi tiga nama asisten yang bakal mendampingi dirinya.

    Timnas Indonesia

    Sabtu, 28 Agustus 2021

    Nasib Shin Tae-yong Dipertaruhkan pada Laga Timnas Indonesia Lawan Taiwan

    Menurut anggota Exco PSSI, Shin Tae-yong siap dievaluasi andai gagal membawa timnas Indonesia lolos ke Kualifikasi Piala Asia 2023.

    Timnas Indonesia

    Selasa, 7 September 2021

    PSSI Segera Datangkan Tiga Asisten Pelatih Baru Timnas Indonesia yang Diminta Shin Tae-yong

    PSSI akhirnya menyetujui tiga calon asisten pelatih timnas Indonesia yang diusulkan Shin Tae-yong.

    Liga 2

    Selasa, 7 September 2021

    Update Aksi Brutal Pemain AHHA PS Pati, Asisten Pelatih Timnas Indonesia Ikut Komentar

    Aksi brutal pemain AHHA PS Pati FC dalam laga uji coba melawan Persiraja terus mengalami perkembangan.

    Terbaru

    Timnas Indonesia

    Senin, 25 Oktober 2021

    Shin Tae-yong Menegaskan Timnas U-23 Indonesia Wajib Kalahkan Australia

    Shin Tae-yong mengincar kemenangan atas timnas U-23 Australia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2022.

    Timnas Indonesia

    Senin, 25 Oktober 2021

    Timnas U-23 Indonesia vs Australia U-23: Prediksi dan Link Live Streaming

    Berikut Skor.id menyajikan prediksi dan link live streaming timnas U-23 Indonesia vs Australia U-23 pada Kualifikasi Piala Asia U-23 2022.

    Timnas Indonesia

    Senin, 25 Oktober 2021

    Minta Maaf ke PSSI, Elkan Baggott Tegaskan Siap Bela Timnas Indonesia

    Elkan Baggott resmi mengirimkan surat permintaan maaf ke PSSI setelah sempat tak memenuhi panggilan timnas Indonesia.

    Timnas Indonesia

    Sabtu, 23 Oktober 2021

    Shin Tae-yong: Pemain Timnas U-23 Indonesia Masih Suka Grogi

    Timnas U-23 Indonesia sudah mengantongi sejumlah modal berharga untuk menghadapi Australia pada babak Kualifikasi Piala Asia U-23 2022.

    Timnas Indonesia

    Jumat, 22 Oktober 2021

    Hasil Timnas U-23 Indonesia vs Nepal: Garuda Muda Raih Kemenangan Kedua

    Timnas U-23 Indonesia sukses mengamankan kemenangan kedua pada laga uji coba di Tajikistan menjelang Kualifikasi Piala Asia U-23 2022.

    Timnas Indonesia

    Jumat, 22 Oktober 2021

    Yusuf Ekodono Mengenang Tendangan ala Panenka di Final SEA Games 1991

    Hingga saat ini, Yusuf Ekodono masih mengenang laga final SEA Games 1991 yang kala itu digelar di Ibu Kota Filipina, Manila

    Timnas Indonesia

    Kamis, 21 Oktober 2021

    Dapat Tambahan Poin Terbesar, Ini Posisi Timnas Indonesia di Ranking FIFA Terbaru

    Federasi sepak bola dunia alias FIFA merilis ranking kesebelasan tim nasional terbaru per Oktober 2021, ini posisi timnas Indonesia.

    Timnas Indonesia

    Kamis, 21 Oktober 2021

    Prediksi Timnas U-23 Indonesia vs Nepal U-23: Uji Coba Terakhir Sebelum Kualifikasi Piala Asia U-23

    Timnas U-23 Indonesia bakal melakoni laga uji coba kontra Nepal U-23, berikut prediksi Skor.id.

    Timnas Indonesia

    Kamis, 21 Oktober 2021

    Ernando Ari: Timnas U-23 Indonesia Masih Kurang Kompak

    Salah satu pemain timnas U-23 Indoneisa, Ernando Ari, menyampaikan sedikit kendala yang saat ini tengah dialami.

    Timnas Indonesia

    Kamis, 21 Oktober 2021

    Jadwal Timnas U-23 Indonesia vs Australia U-23 Berubah, Maju Satu Hari dari Rencana Awal

    Jadwal pertandingan timnas U-23 Indonesia vs Australia U-23 di ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 mengalami perubahan.

    Terpopuler Satu Pekan

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X