Kilas Balik Piala Tiger 2000: Cerita Gendut Doni, Ban Serep yang Kalahkan ''Ibrahimovic''

4 Desember 2021, 12:20 WIB
Penulis: Sumargo Pangestu
Editor: Taufan Bara Mukti
Ilustasi kilas balik Piala Tiger 2000.
Ilustasi kilas balik Piala Tiger 2000. /Grafis Dede S Mauladi/Skor.id

  • Piala Tiger 2000 adalah penampilan pertama Gendut Doni bersama timnas Indonesia.
  • Gendut Doni menjadi salah satu pemain muda yang memperkuat timnas Indonesia pada Piala Tiger 2000.
  • Pada Piala Tiger, 2000 Gendut Doni masuk skuad timnas Indonesia menggantikan Bambang Pamungkas.

SKOR.id - Gendut Doni Christiawan, pemain timnas Indonesia pertama dan termuda yang berhasil menyabet gelar topskor di Piala Tiger (kini Piala AFF).

Gendut Doni menyandang sebagai topskor pada edisi Piala Tiger 2000 di Thailand. Usianya baru menginjak 22 tahun kala itu.

Piala Tiger 2000 juga merupakan turnamen pertama Gendut Doni bersama timnas Indonesia senior.

Tak ada rasa canggung yang bagi Gendut Doni saat tampil dengan para seniornya seperti Hendro Kartiko, Aji Santoso dan pemain lain. Dia juga berduet dengan Kurniawan Dwi Yulianto di lini depan.

Berita Kilas Balik Lainnya: Kilas Balik Piala Tiger 2000: Antiklimaks Timnas Indonesia Usai Drama 120 Menit di Semifinal

Pemain asli Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) itu mengoleksi lima gol pada Piala Tiger 2000 atau turnamen antarnegara se-Asia Tenggara edisi ketiga, setelah pertama kali digelar pada 1996.

Gendut Doni bersaing dengan striker Thailand yang juga melesatkan lima gol, yakni Worawoot Srimaka.

Masing-masing gol Gendut Doni dibukukan ke gawang Thailand (1 gol) dan Myanmar (2 gol) pada babak penyisihan.

Selanjutnya Gendut Doni juga membobol gawang Vietnam (2 gol) di semifinal.

Kepada Skor.id, Senin (20/4/2020), Gendut Doni mengaku tak pernah berpikir dirinya bakal menjadi top skor Piala Tiger 2000.

Dipanggil untuk memperkuat timnas Indonesia pada Piala Tiger 2000 saja sudah disyukuri Gendut Doni, apalagi menjadi pencetak gol terbanyak. Tak pernah disangka olehnya.

"Yang pasti, saya tidak pernah berpikir untuk menjadi seorang top skor. Intinya itu saya sudah ada di dalam tim juga sudah bersyukur dan bangga sekali," kata Gendut Doni.

"Karena saya terpilih untuk menggantikan striker yang dipanggil, tapi tidak bisa bermain, seperti Bambang Pamungkas dan Rochy Putiray," ujarnya menambahkan.

Menariknya, Gendut Doni bukan pemain inti di timnas Indonesia saat itu. Ya, bisa dibilang dia dipanggil untuk menjadi pelapis Kurniawan Dwi Yulianto dan Miro Baldo Bento.

Faktanya, pada tiga pertandingan fase grup menghadapi Filipina, Thailand, dan Myanmar ia tampil sebagai pemain pengganti.

Klik foto untuk mengikuti #LIGAINDONESIAKU.
Klik foto untuk mengikuti #LIGAINDONESIAKU.

Namun, Gendut Doni membuktikan kepada pelatih timnas Indonesia bahwa dirinya adalah striker muda potensial. Kala itu, skuad Garuda ditangani Nandar Iskandar.

Buktinya, tiga gol disumbangkan Gendut Doni pada fase grup. Satu gol ke gawang Thailand saat timnas Indonesia tumbang (1-3) dan dua gol ke gawang Myanmar ketika tim Merah Putih menang telak (5-0).

"Saya membuktikan di babak penyisihan, diberikan kesempatan oleh coach Nandar waktu itu menggantikan Bento. Saya menjawab dengan menciptakan gol di babak penyisihan melawan Thailand, kita kalah (1-3)," ujar Gendut Doni.

"Masih di babak penyisihan, saya masuk sebagai pemain pengganti lalu saya bikin dua gol (ke gawang Myanmar). Setelah itu saya diberi kepercayaan menjadi pemain inti waktu semifinal dan final," Gendut Doni menambahkan.

Gantikan Bambang Pamungkas

Gendut Doni menceritakan bagaimana dia bisa tampil dengan Aji Santoso dan kolega pada Piala Tiger 2000.

Siapa sangka, awalnya Gendut Doni tidak masuk dalam skuad Piala Tiger 2000. Menjelang keberangkatan menuju Thailand namanya tidak ada.

Mantan penyerang Persija Jakarta itu mengatakan, striker yang dibawa untuk Piala Tiger 2000 awalnya adalah Bambang Pamungkas, Rochy Putiray, dan Kurniawan Dwi Yulianto.

Gendut Doni Christiawan, striker timnas Indonesia pada Piala AFF 2000 dan 2002. Gendut Doni juga pernah membawa Persija menjuarai turnamen di Brunei pada 2001.
Gendut Doni Christiawan, striker timnas Indonesia pada Piala AFF 2000 dan 2002. Gendut Doni juga pernah membawa Persija menjuarai turnamen di Brunei pada 2001. Ady Sesotya/Skor.id

Bagai pelangi yang datang setelah badai, Gendut Doni mendapat kabar baik ketika sedang dalam perjalanan pulang menuju kampung halamanya, Salatiga.

Kabar mengejutkan itu datang, Gendut Doni dipanggil untuk memperkuat timnas Indonesia pada Piala Tiger 2000 sebagai pengganti Bambang Pamungkas.

Gendut Doni mengatakan, pada waktu itu Bambang Pamungkas yang sedang menjalani trial di Belanda bersama Roda JC tak dilepas untuk tampil di Piala Tiger 2000.

Berita Kilas Balik Lainnya: Kilas Balik Piala Tiger 2000: Pergantian Pelatih, Tanpa Top Skor Liga, dan Momok ''Tim Gajah Perang''

"Piala Tiger tahun 2000 itu awalnya sih saya sebagai pelapis. Waktu itu posisi striker ada Kurniawan, Bambang Pamungkas, Rochi Putiray, dan saya. Menjelang keberangkatan ke Thailand itu nama saya tidak masuk untuk Piala Tiger 2000," tutur Gendut Doni.

"Yang masuk itu namanya Kurniawan, Bento, Bambang Pamungkas, dan Rochi. Saya tidak dipanggil ya sudah saya pulang ke Salatiga. Waktu di jalan dari Jakarta hendak ke Salatiga ditelepon lagi sama pengurus, kalau saya itu disuruh gabung lagi," ucap Gendut.

"Jadi, karena Bambang Pamungkas tidak mendapat izin dari klubnya yang waktu itu sedang trial di Belanda saya menggantikan dia, dan Rochi Putiray juga tidak dapat izin, itu alasannya saya dipanggil lagi," Gendut Doni bercerita.

Pemain Termuda di Timnas Indonesia pada Piala Tiger 2000

Pada Piala Tiger 2000, Gendut Doni dan Ismed Sofyan menjadi pemain termuda pada skuad timnas Indonesia.

Saat memperkuat skuad Merah-Putih, usia Gendut Doni menginjak 22 tahun sedangkan Ismed Sofyan 21 tahun.

Selain itu, Piala Tiger 2000 merupakan pertama kali Gendut Doni tampil timnas Indonesia senior. Ia mengatakan mendapatkan banyak suntikan motivasi dari para pemain senior.

"Ya waktu itu sangat bersyukur sekali, karena waktu itu saya salah satu pemain termuda dengan Ismed Sofyan. Bisa bergabung dengan pemain-pemain senior, bisa dibilang pemain sepak bola top di negeri ini," Gendut Doni mengungkapkan.

Bek kanan senior Ismed Sofyan saat mengemban tugas sebagai kapten Persija dalam pertandingan Liga 1 2018.
Bek kanan senior Ismed Sofyan saat mengemban tugas sebagai kapten Persija dalam pertandingan Liga 1 2018. Ady Sesotya/Skor.id

"Saya juga mendapatkan dukungan, motivasi, dan support dari para senior, seperti Kurniawan, Bima Sakti, Hendro Kartiko, Aji Santoso banyak pokoknya. Intinya waktu itu para senior sangat mendukung para juniornya semacam saya dan Ismed," katanya.

Selain itu, pada Piala Tiger 2000, Gendut Doni juga mengenakan jersey bernomor punggung 22. Nomor punggung tersebut dipilih karena menandakan usianya saat turnamen tersebut digelar.

"Iya, saya pilih nomor punggung 22 karena waktu itu usia saya masih 22 tahun," kata Gendut Doni.

Kekuatan Thailand pada Piala Tiger 2000

Timnas Indonesia tumbang dalam dua pertemuan pada Piala Tiger 2000. Perjumpaan pertama pada babak penyisihan, Skuad Garuda menelan kekalahan.

Setelah sukses mengalahkan Vietnam dengan skor tipis 3-2 pada partai semifinal, timnas Indonesia kembali berjumpa skuad Gajah Perang, julukan timnas Thailand, pada partai pamungkas.

Nahasnya, skuad asuhan Nandar Iskandar kembali dipaksa gigit jari, timnas Indonesia menelan kekalahan dengan skor 1-4.

Striker Thailand sekaligus pesaing Gendut Doni dalam daftar pencetak gol terbanyak, Worrawoot Srimaka, menciptakan hat-trick pada partai final tersebut.

Gendut Doni, striker timnas Indonesia pada Piala AFF 2000 dan 2002.
Gendut Doni, striker timnas Indonesia pada Piala AFF 2000 dan 2002. Instragram.com/GendutDony22

Pemain yang pernah memperkuat Persikota Tangerang dan PSIS Semarang itu menceritakan kekuatan Thailand pada Piala Tiger 2000 dan strikernya yang dikatakan Gendut Doni tipikal bermainnya mirip Ibrahimovic.

"Worrawoot itu posturnya tinggi besar seperti Ibrahimovic-lah, kuat pegang bola. Memang dulu itu kesulitan kami adalah antisipasi bola-bola atas, itu yang dimanfaatkan oleh Thailand dengan memanfaatkan postur Worrawoot," ujar Gendut Doni.

Terlebih, Gendut Doni mengatakan kalau keberadaan Thailand dalam turnamen se-Asia Tenggara itu sangat diperhitungkan, dibandingkan Malaysia dan Vietnam.

Berita Kilas Balik Lainnya: Kilas Balik Hartono, Legenda Persebaya Pemilik Lemparan Super Berkat Merontokkan Padi

"Yang pasti pada Piala Tiger 2000 itu Thailand menjadi tuan rumah dan bisa dibilang tim yang paling siap untuk jadi juara. Terbukti Thailand tidak terkalahkan," tuturnya.

"Apalagi support dan dukungan suporter Thailand karena mereka sebagai tuan rumah, luar biasa sekali. Ya memang layak waktu itu Thailand menjadi juara, komposisi pemainnya juga merata," Gendut mengenang.

Sejak awal turnamen, Gendut Doni mengatakan bahwa para pemain Indonesia sangat menanti laga melawan Thailand.

"Karena memang di level ASEAN masih Thailand waktu itu yang jadi rival buat kami," ujarnya.

"Dulu, Malaysia, Vietnam, Singapura juga tidak ada apa-apanya, yang kami perhitungkan saat mengikuti turnamen hanya Thailand," kata Gendut Doni menegaskan.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Skor.id (@skorindonesia)

Berita Piala AFF 2020 lainnya:

Piala AFF 2020: Indonesia Lawan Vietnam dan Malaysia Tanpa Egy Maulana Vikri

Piala AFF 2020: Timnas Indonesia Mendarat di Singapura dan Siap Tempur

Polemik Piala AFF 2020, Suporter Tuan Rumah Protes soal Harga Tiket dan Aturan Ketat

  • Sumber: Skor.id
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Timnas Indonesia

    Minggu, 19 April 2020

    Kilas Balik Piala Tiger 1998: Myo Hlaing Win Bersinar dengan Empat Gol

    Piala Tiger edisi 1998 menjadi edisi paling dikenang, bukan karena prestasinya tetapi karena kontroversinya.

    Timnas Indonesia

    Kamis, 2 Desember 2021

    Kilas Balik Piala Tiger 1998: Pengakuan Hartono soal Sepak Bola Gajah Timnas Indonesia

    Pemain timnas Indonesia di Piala Tiger 1998, Hartono, bicara banyak soal sepak bola gajah yang mencoreng pencapaian Garuda kala itu.

    Timnas Indonesia

    Minggu, 19 April 2020

    Kilas Balik Piala Tiger 1998 : Uston Nawawi Bicara Dominasi Persebaya di Timnas Indonesia

    Kiprah timnas Indonesia di Piala Tiger edisi kedua pada 1998 tidak terlalu buruk, namun penuh kontroversial, ini kata Uston Nawawi.

    Timnas Indonesia

    Sabtu, 4 Desember 2021

    Kabar Terkini 20 Pemain Timnas Indonesia di Piala Tiger 2000 (Bagian 1)

    Kabar terbaru pemain timnas Indonesia yang tampil di Piala Tiger 2000, kebanyakan sekarang menjadi pelatih.

    Terbaru

    Timnas Indonesia

    Sabtu, 28 Mei 2022

    Jadwal Siaran Langsung Timnas U-19 Indonesia di Toulon Tournament 2022

    Berikut ini adalah jadwal siaran langsung timnas U-19 Indonesia yang akan berlaga di Toulon Tournament 2022 di Prancis.

    Timnas Indonesia

    Sabtu, 28 Mei 2022

    Optimisme Stefano Lilipaly soal Potensi Pemain Muda Timnas Indonesia

    Stefano Lilipaly, yang kembali dipanggil timnas Indonesia, optimistis dengan komposisi pemain yang ada.

    Timnas Indonesia

    Sabtu, 28 Mei 2022

    Jelang Hadapi Bangladesh, Shin Tae-yong Puji Kemampuan Sandy Walsh dan Jordi Amat  

    Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menyambut gembira kedatangan dua pemain keturunan, Sandy Walsh dan Jordi Amat, dalam persiapan timnya jelang FIFA Matchday melawan Bangladesh.

    Timnas Indonesia

    Jumat, 27 Mei 2022

    PSSI Beri Klarifikasi soal Booking Lapangan Latihan Timnas Indonesia

    PSSI membantah belum mem-booking Stadion Madya untuk latihan timnas Indonesia seperti yang sebelumnya dikatakan Shin Tae-yong.

    Timnas Indonesia

    Jumat, 27 Mei 2022

    Segudang Pengalaman Jordi Amat di Eropa Siap Dipersembahkan untuk Timnas Indonesia

    Bek naturalisasi asal Spanyol, Jordi Amat, siap memberikan seluruh pengalaman dan pengetahuannya di Eropa untuk timnas Indonesia.

    Timnas Indonesia

    Jumat, 27 Mei 2022

    Shin Tae-yong Ungkap Perkembangan Positif Timnas U-19 Indonesia jelang Turnamen Toulon 2022

    Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, melihat adanya perkembangan pesat yang dialami oleh timnas U-19 Indonesia menjelang Turnamen Toulon 2022.

    Timnas Indonesia

    Jumat, 27 Mei 2022

    Shin Tae-yong Ungkap Alasan Panggil Stefano Lilipaly untuk Kualifikasi Piala Asia 2023

    Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkapkan alasannya memanggil Stefano Lilipaly.

    Timnas Indonesia

    Jumat, 27 Mei 2022

    Shin Tae-yong Ungkap Perbedaan Nasib antara Marselino Ferdinan dan Ronaldo Kwateh

    Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkapkan perbedaan nasib yang dialami oleh dua pemain mudanya, yakni Marselino Ferdinan dan Ronaldo Kwateh.

    Timnas Indonesia

    Jumat, 27 Mei 2022

    Jordi Amat Tiba di Jakarta dan Bicara soal Johor Darul Takzim

    Calon pemain naturalisasi Indonesia asal Spanyol, Jordi Amat sedang dikaitkan dengan Johor Darul Takzim

    Timnas Indonesia

    Kamis, 26 Mei 2022

    Daftar 22 Pemain Timnas U-19 Indonesia untuk Toulon Cup 2022

    Berikut 22 pemain timnas U-19 Indonesia yang dibawa untuk Toulon Cup 2022.
    X