Kilas Balik Piala Tiger 2000: Hendro Kartiko Bicara Faktor Kegagalan Timnas dan Polemik PSSI

2 Desember 2021, 19:42 WIB
Penulis: Adif Setiyoko
Editor: Estu Santoso
Ilustasi kilas balik Piala Tiger 2000.
Ilustasi kilas balik Piala Tiger 2000. /Grafis Dede S Mauladi/Skor.id

  • Penjaga gawang legendaris timnas Indonesia, Hendro Kartiko, berbagi kisah-kisah yang ia alami selama terjun pada Piala Tiger 2000.
  • Hendro Kartiko masih ingat betul sejumlah faktor yang menyebabkan timnas Indonesia gagal juara Piala Tiger 2000.
  • Selain itu, Hendro Kartiko juga bercerita soal kegagalan timnas Indonesia dalam mengantisipasi tim terkuat pada Piala Tiger 2000.

SKOR.id - Eks-kiper Hendro Kartiko masih ingat betul pengalaman yang ia alami saat menjadi benteng terakhir timnas Indonesia pada Piala Tiger 2000.

Saat itu, skuad timnas Indonesia memang tengah dibakar semangat tinggi untuk membayar lunas kegagalan pada Piala Tiger edisi sebelumnya.

Sebab, pada dua edisi sebelumnya, skuad Merah Putih gagal melaju ke final meski berhasil lolos ke babak gugur.

Atas semangat itu, Hendro Kartiko menyebut bahwa ia dan 21 pemain timnas Indonesia lain menyimpan tekad bersama untuk membawa pulang trofi juara tersebut untuk kali pertama.

Meski demikian, tekad besar itu bukan tanpa tantangan. Sebab, kali ini skuad Garuda bakal bersaing dengan kekuatan terbesar Asia Tenggara, timnas Thailand, yang juga bertatus sebagai tuan rumah.

"Target kami sama seperti dua edisi Piala Tiger sebelumnya, yaitu kami ingin juara," kata Hendro Kartiko, saat dihubungi Skor.id, Selasa (21/4/2020).

"Namun saat itu, kami juga sebetulnya realistis karena skuad Thailand juga dinilai sebagai tim terbaik di ASEAN. Terlebih, mereka bermain sebagai tuan rumah," ia menambahkan.

Kualitas pemain-pemain timnas Thailand terbilang mentereng. Setidaknya, ada sejumlah pemain berbahaya milik skuad Gajah Putih yang diingat oleh Hendro.

"Saat itu ada Worrawoot Srimaka, Kiatisuk Senamuang, dan ada satu pemain di posisi gelandang yaitu Therdsak Chaiman," kata penjaga gawang yang dijuluki Fabien Barthez-nya Indonesia itu.

Penilaian yang diberikan oleh lelaki yang kini menjadi pelatih kiper PSM Makassar itu memang bukan tanpa bukti.

Sebab, selain akhirnya membawa timnas Thailand menjadi juara ajang Piala Tiger untuk kedua kalinya, mereka juga sukses menggondol prestasi individu.

Worrawoot Srimaka misalnya, sukses menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dengan raihan lima gol. Lalu, Kiatsuk Senamuang diganjar sebagai pemain terbaik Piala Tiger 2000.

Mundurnya Pelatih Nandar Iskandar

Perjuangan timnas Indonesia ternyata tak hanya menjumpai lawan-lawannya sebagai batu pengganjal.

Namun, polemik internal yang sempat terjadi saat itu turut mewarnai perjalanan Hendro Kartiko dan kawan-kawan untuk meraih juara.

Sebab, juru strategi timnas saat itu, Nandar Iskandar, secara tiba-tiba mengundurkan diri dari kursi pelatih kepala.

Kendati demikian, Hendro dan pemain timnas yang lain tak mengetahu secara pasti alasan yang mendasari keputusan Nandar mundur.

"Kalau terkait mundurnya Coach Nandar sepertinya memang ada masalah dengan PSSI," kata Hendro.

Keputusan tersebut sontak membuat para pemain timnas Indonesia seperti disambar petir di siang bolong. Sebab, keputusan itu diumumkan secara tak terduga oleh Nandar

Pada akhirnya, tongkat estafet pelatih timnas diberikan kepada asisten pelatih saat itu, Dananjaya.

Hendro Kartiko (kiri) saat membela timnas Indonesia dalam pertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 2011.
Hendro Kartiko (kiri) saat membela timnas Indonesia dalam pertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 2011. Ady Sesotya/Skor.id

"Sebelum pertandingan ketiga pada babak penyisihan, Pak Nandar mengumpulkan kami untuk berpamitan," kata Hendro.

"Beliau menyerahkan tanggung jawab kepada asisten pelatih yang saat itu dipegang oleh Dananjaya," ujarnya.

Diakui Hendro, momen mundurnya Nandar itu sempat berpengaruh terhadap mental pemain timnas Indonesia.

Namun demikian, seluruh pemain skuad Garuda bertekad untuk melupakan hal itu dan kembali fokus pada tujuan awal mereka: menjadi juara.

"Itu juga sebenarnya berpengaruh terhadap timnas karena kami juga kaget dengan keputusan tersebut," katanya.

"Namun akhirnya, kami sepakat untuk kembali ke tujuan awal kami, kami main di sini kan untuk juara," ia menambahkan.

Kecolongan Meski Sudah Antisipasi

Pada Piala Tiger 2000, Thailand memang menjadi momok menakutkan bagi timnas Indonesia. Dua kali perjumpaan keduanya berakhir dengan skor identik, yakni 4-1.

Laga penyisihan, timnas Indonesia dihajar 4-1 oleh Thailand. Pertemuan kedua saat mereka berhadapan di partai puncak turnamen, kedudukan yang sama kembali menghiasi papan skor pada akhir laga.

Menurut Hendro, sebetulnya tim pelatih skuad Merah Putih sudah mengantisipasi hal tersebut.

Pelatih kiper PSM Makassar, Hendro Kartiko (tengah), foto bersama kiper PSM dalam masa persiapan menyambut Liga 1 2020 dan Piala AFC 2020.
Pelatih kiper PSM Makassar, Hendro Kartiko (tengah), foto bersama kiper PSM dalam masa persiapan menyambut Liga 1 2020 dan Piala AFC 2020. (Dok. Daeng Budje)

Tak ingin kembali keok pada pertemuan kedua, sejumlah analisis pun dilakukan untuk mengurai peta kekuatan skuad Gajah Putih.

"Sebetulnya, kami juga sudah menganalisis dan mempersiapkan strategi khusus pada laga final," katanya.

"Siapa saja pemain lawan yang harus diwaspadai, serangan lawan yang berbahaya itu dari mana, semua sebetulnya sudah diantsipasi oleh tim pelatih," ia menambahkan.

Namun ternyata, tim lawan lebih siap ketimbang timnas Indonesia. Pada laga final, Thailand rupanya telah menyiapkan strategi yang berbeda dari strategi yang mereka gunakan pada fase grup.

"Thailand memiliki strategi lain dan itu berbeda dengan taktik yang mereka terapkan saat bertemu kami pada penyisihan," kata lelaki 46 tahun ini.

Berbagi Tugas dengan I Komang Putra

Hendro Kartiko tak bisa bermain penuh pada Piala Tiger 2000. Sebab, pada laga melawan Thailand, ia harus mengakhiri laga lebih cepat.

Pada laga kedua babak penyisihan grup itu, Hendro mengalami insiden benturan dengan penyerang lawan, Worrawoot Srimaka. Alhasil, ia harus ditarik keluar digantikan I Komang Putra.

Skuad timnas Indonesia di SEA Games 1999, I Komang Putra (kiper) dan Agung Setyabudi (4).
Skuad timnas Indonesia di SEA Games 1999, I Komang Putra (kiper) dan Agung Setyabudi (4). Dok Instagram I Komang Putra

"Kebetulan saya hanya bermain dua kali pada fase grup, yang pertama lawan Filipina dan kedua menghadapi Thailand," katanya.

"Nah pada laga melawan Thailand itu, saya tidak bisa bermain penuh karena mengalami benturan dengan penyerang lawan, Woorawoot."

"Äkhirnya pada babak kedua, saya digantikan oleh Komang (I Komang Putra)," katanya.

Alhasil, I Komang Putra menjadi pengawal mistar gawang timnas Indonesia pada laga terakhir melawan Myanmar.

Tugas itu kembali diemban IKP saat melakoni semifinal melawan Vietnam.

Lewat babak tambahan waktu, akhirnya timnas Indonesia sukses melaju ke laga final untuk kali pertama setelah menumbangkan Vietnam 3-2.

Selepas laga itu, tugas kiper kembali diemban oleh Hendro Kartiko.

"Setelah itu, sampai fase grup selesai dan lolos ke semifinal, saya juga belum bermain. Saya baru bermain saat laga final melawan Thailand," Hendro mengakhiri.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor.id (@skorindonesia)

Berita Piala AFF Lainnya:

Piala AFF 2020: Bedah Kekuatan Timnas Filipina

Prediksi Calon Bintang Piala AFF 2020 dari Grup A

  • Sumber: Skor.id
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Timnas Indonesia

    Senin, 20 April 2020

    Kilas Balik Piala Tiger 2000: Antiklimaks Timnas Indonesia Usai Drama 120 Menit di Semifinal

    Untuk kali ketiga beruntun di Piala Tiger (kini bernama Piala AFF), timnas Indonesia bisa lolos ke fase gugur.

    Liga 1

    Senin, 20 April 2020

    Kilas Balik Hartono, Legenda Persebaya Pemilik Lemparan Super Berkat Merontokkan Padi

    Nama Hartono tidak asing bagi penggemar Persebaya Surabaya sebab ada dua legenda klub yang bernama serupa.

    Timnas Indonesia

    Senin, 20 April 2020

    Kilas Balik Piala Tiger 2000: Pergantian Pelatih, Tanpa Top Skor Liga, dan Momok ''Tim Gajah Perang''

    Kilas balik timnas Indonesia di Piala Tiger 2000 yang diwarnai pergantian pelatih dan dua kali kalah dari Thailand.

    Terbaru

    Timnas Indonesia

    Sabtu, 28 Mei 2022

    Jadwal Siaran Langsung Timnas U-19 Indonesia di Toulon Tournament 2022

    Berikut ini adalah jadwal siaran langsung timnas U-19 Indonesia yang akan berlaga di Toulon Tournament 2022 di Prancis.

    Timnas Indonesia

    Sabtu, 28 Mei 2022

    Optimisme Stefano Lilipaly soal Potensi Pemain Muda Timnas Indonesia

    Stefano Lilipaly, yang kembali dipanggil timnas Indonesia, optimistis dengan komposisi pemain yang ada.

    Timnas Indonesia

    Sabtu, 28 Mei 2022

    Jelang Hadapi Bangladesh, Shin Tae-yong Puji Kemampuan Sandy Walsh dan Jordi Amat  

    Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menyambut gembira kedatangan dua pemain keturunan, Sandy Walsh dan Jordi Amat, dalam persiapan timnya jelang FIFA Matchday melawan Bangladesh.

    Timnas Indonesia

    Jumat, 27 Mei 2022

    PSSI Beri Klarifikasi soal Booking Lapangan Latihan Timnas Indonesia

    PSSI membantah belum mem-booking Stadion Madya untuk latihan timnas Indonesia seperti yang sebelumnya dikatakan Shin Tae-yong.

    Timnas Indonesia

    Jumat, 27 Mei 2022

    Segudang Pengalaman Jordi Amat di Eropa Siap Dipersembahkan untuk Timnas Indonesia

    Bek naturalisasi asal Spanyol, Jordi Amat, siap memberikan seluruh pengalaman dan pengetahuannya di Eropa untuk timnas Indonesia.

    Timnas Indonesia

    Jumat, 27 Mei 2022

    Shin Tae-yong Ungkap Perkembangan Positif Timnas U-19 Indonesia jelang Turnamen Toulon 2022

    Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, melihat adanya perkembangan pesat yang dialami oleh timnas U-19 Indonesia menjelang Turnamen Toulon 2022.

    Timnas Indonesia

    Jumat, 27 Mei 2022

    Shin Tae-yong Ungkap Alasan Panggil Stefano Lilipaly untuk Kualifikasi Piala Asia 2023

    Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkapkan alasannya memanggil Stefano Lilipaly.

    Timnas Indonesia

    Jumat, 27 Mei 2022

    Shin Tae-yong Ungkap Perbedaan Nasib antara Marselino Ferdinan dan Ronaldo Kwateh

    Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkapkan perbedaan nasib yang dialami oleh dua pemain mudanya, yakni Marselino Ferdinan dan Ronaldo Kwateh.

    Timnas Indonesia

    Jumat, 27 Mei 2022

    Jordi Amat Tiba di Jakarta dan Bicara soal Johor Darul Takzim

    Calon pemain naturalisasi Indonesia asal Spanyol, Jordi Amat sedang dikaitkan dengan Johor Darul Takzim

    Timnas Indonesia

    Kamis, 26 Mei 2022

    Daftar 22 Pemain Timnas U-19 Indonesia untuk Toulon Cup 2022

    Berikut 22 pemain timnas U-19 Indonesia yang dibawa untuk Toulon Cup 2022.
    X