Kilas Balik Piala Tiger 2000: Pergantian Pelatih, Tanpa TopSkor Liga, dan Momok dari Thailand

6 Desember 2022, 19:45 WIB
Penulis: Hanputro Widyono
Editor: Taufan Bara Mukti
Ilustasi kilas balik Piala Tiger 2000.
Ilustasi kilas balik Piala Tiger 2000. /Grafis Dede S Mauladi/Skor.id

  • Timnas Indonesia pada Piala Tiger 2000 meraih posisi runner-up.
  • Perjalanan timnas Indonesia saat itu sempat diwarnai pemberhentian pelatih kepala.
  • Timnas Indonesia kalah dua kali dari tuan rumah Thailand di penyisihan grup dan final.

Skor.id - Seperti pada dua edisi sebelumnya, timnas Indonesia menjadi salah satu unggulan pada pagelaran Piala Tiger 2000 atau yang kini dikenal dengan nama Piala AFF.

Skuad timnas asuhan Nandar Iskandar berangkat menuju Thailand, tempat digelarnya turnamen, dengan persiapan yang cukup matang.

Kurang lebih empat bulan, setelah final Liga Indonesia musim 1999-2000 pada 23 Juli 2000, jadi periode masa persiapan.

Nandar membawa 22 pemain untuk bertarung di Piala Tiger 2000, termasuk pemain terbaik liga kala itu Bima Sakti Tukiman sebagai kapten tim.

Sayangnya, Nandar harus mengurungkan niatnya untuk menyertakan striker muda yang tengah naik daun saat itu, Bambang Pamungkas.

Ya, sinar kebintangan Bepe kala itu membuat publik sepak bola Indonesia berharap banyak kepadanya.

Bagaimana tidak, di usianya yang masih sangat muda, 20 tahun, Bepe meraih predikat top skor liga dengan 24 gol untuk Persija Jakarta.

Berkat torehannya tersebut, Bepe sempat memperkuat klub Belanda EHC Norad meski tidak lama, setelah menjalani trial di Roda JC B.

Saat memperkuat tim tersebut, Bepe tak mendapatkan izin untuk bergabung timnas Piala Tiger 2000 dan posisinya digantikan oleh Gendut Doni.

Gendut Doni Christiawan, striker timnas Indonesia pada Piala AFF 2000 dan 2002.
Gendut Doni Christiawan, striker timnas Indonesia pada Piala AFF 2000 dan 2002.

Penampilan timnas di edisi Piala Tiger 2000 sejatinya tak semulus pada dua edisi sebelumnya. Meski pada akhirnya timnas berhasil lolos ke semifinal dengan dua kemenangan.

Kelolosan Indonesia ke semifinal pun diwarnai polemik "pencopotan" pelatih Nandar Iskandar dari kursi pelatih kepala.

Bahasa yang dipakai oleh PSSI kala itu adalah Nandar diistirahatkan dari kursi pelatih timnas, seusai Indonesia kalah telak 1-4 dari tuan rumah Thailand.

Keputusan tersebut diambil manajer timnas Indonesia saat itu Muhammad Zein, yang juga disetujui oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Nurdin Halid.

Ketidakcocokan gaya kepelatihan dengan pemain, jadi alasan utama saat itu. Zein juga mengatakan bahwa Nandar sendiri yang meminta untuk istirahat.

Semua efek tekanan yang luar biasa seusai kekalahan telak dari Thailand tersebut. Tetapi, hal itu kemudian dibantah oleh Nandar seusai pulang ke Tanah Air lebih dulu.

Polemik tersebut sedikit banyak mengganggu harmonisasi ruang ganti tim yang kemudian diambil alih oleh dua asisten pelatih Dananjaya dan Rudy W Keeltjes.

Padahal pada laga perdana, Indonesia menang telak atas Filipina skor 3-0. Hanya saja, kekalahan 1-4 dari Thailand membuat posisi Indonesia saat itu di ujung tanduk.

Bima Sakti dan kawan-kawan harus menang atas Myanmar pada laga terakhir penyisihan grup jika ingin lolos.

Sebab, Myanmar berhasil meraih kemenangan pada laga kedua kontra Filipina, juga dengan skor 3-0.

Namun, Myanmar sedikit unggul dari selisih gol, di mana mereka hanya kalah 1-3 dari Thailand.

Akan tetapi, Indonesia berhasil lolos ke semifinal seusai mengalahkan Myanmar dengan skor telak 5-0.

Eks-striker timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto saat bermain untuk Persitara Jakarta Utara pada Indonesia Super League (ISL) 2007-2008.
Eks-striker timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto saat bermain untuk Persitara Jakarta Utara pada Indonesia Super League (ISL) 2007-2008. Husni Yamin/Skor.id

Duet striker timnas Gendut Doni dan Kurniawan Dwi Yulianto tampil menggila dengan masing-masing mencetak dua gol. Satu gol lainnya dilesakkan oleh Uston Nawawi.

Pada babak semifinal Indonesia bersua Vietnam. Laga dramatis tersaji, Gendut Doni jadi pahlawan tak diduga lewat golnya pada menit akhir perpanjangan waktu yang mengubah kedudukan menjadi 3-2.

Indonesia lolos ke final untuk kali pertama sepanjang sejarah Piala Tiger dan kembali menantang Thailand.

Namun sekali lagi, Indonesia harus mengakui kualitas Thailand saat itu yang dihuni banyak pemain berkualitas macam Worrawoot Srimaka, Therdsak Chaiman, Anurak Srikerd, hingga Kiatisuk Senamuang.

Indonesia harus kembali mengubur mimpi mengangkat trofi di kejuaraan antarnegara Asia Tenggara itu setelah kalah dari Thailand dengan skor identik seperti saat fase grup, 1-4.

Tim Gajah Perang, julukan timnas Thailand, kembali jadi momok. Dari tiga kali pertemuan, Indonesia selalu takluk.

Baca Juga Berita Piala AFF lainnya:

Piala AFF 2022: Jadwal, Hasil, Klasemen dan Profil Tim Peserta

Skor 5: Pertemuan Indonesia vs Thailand di Piala AFF Tiga Edisi Pertama

 

Tag

Video

Berita Terkait

Timnas Indonesia

Sabtu, 18 April 2020

Kilas Balik Piala Tiger 1998: Timnas Indonesia Paling Produktif, tapi Tersungkur

Perjalanan timnas Indonesia pada ajang Piala Tiger 1998 cukup melambungkan harapan pendukung skuad Garuda pada saat itu.

Timnas Indonesia

Minggu, 19 April 2020

Kilas Balik Piala Tiger 1998: Myo Hlaing Win Bersinar dengan Empat Gol

Piala Tiger edisi 1998 menjadi edisi paling dikenang, bukan karena prestasinya tetapi karena kontroversinya.

Timnas Indonesia

Selasa, 6 Desember 2022

Kilas Balik Piala Tiger 1998: Pengakuan Hartono soal Sepak Bola Gajah Timnas Indonesia

Pemain timnas Indonesia di Piala Tiger 1998, Hartono, bicara banyak soal sepak bola gajah yang mencoreng pencapaian Garuda kala itu.

Timnas Indonesia

Sabtu, 4 Desember 2021

Kabar Terkini 20 Pemain Timnas Indonesia di Piala Tiger 2000 (Bagian 1)

Kabar terbaru pemain timnas Indonesia yang tampil di Piala Tiger 2000, kebanyakan sekarang menjadi pelatih.

Terbaru

Timnas Indonesia

Jumat, 27 Januari 2023

Eksklusif La Nyalla Mahmud Mattalitti: Jika Terpilih, Janjikan Tidak Putus Kontrak Shin Tae-yong

Calon Ketum PSSI, La Nyalla Mattalitti, bicara masa depan Shin Tae-yong sebagai pelatih timnas Indonesia.

Timnas Indonesia

Jumat, 27 Januari 2023

Eksklusif La Nyalla Mahmud Mattalitti: Saya Tidak Anti Naturalisasi, tapi…

Salah satu calon Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti, mengutarakan pandangannya soal menaturalisasi pemain.

Timnas Indonesia

Jumat, 27 Januari 2023

Shin Tae-yong Panggil 30 Pemain ke Timnas U-20 Indonesia, Persiapan Piala Asia U-20 2023

Pelatih timnas U-20 Indonesia, Shin Tae-yong, memanggil 30 pemain untuk persipan Piala Asia U-20 2023.

Timnas Indonesia

Jumat, 27 Januari 2023

All Star XI Piala AFF 2022, Ada Satu Pemain Timnas Indonesia dan Bek Kontroversial Vietnam

Berikut ini susunan tim terbaik turnamen yakni All Star XI Piala AFF 2022, terdapat pemain timnas Indonesia dan bek kontroversial Vietnam.

Timnas Indonesia

Rabu, 25 Januari 2023

Sekjen PSSI Angkat Bicara soal Nasib Shin Tae-yong

Sekjen PSSI, Yunus Nusi membeberkan soal nasib pelatih kepala timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Timnas Indonesia

Rabu, 25 Januari 2023

PSSI Pertahankan Shin Tae-yong, Persiapan Piala Asia U-20 2023 Dimulai Bulan Depan

PSSI memastikan posisi pelatih Shin Tae-yong akan tetap aman, minimal sampai kontraknya berakhir pada Desember 2023.

Timnas Indonesia

Selasa, 24 Januari 2023

Shayne Pattynama Bicara Kemungkinan Membela Timnas Indonesia di Luar FIFA Matchday

Usai jadi WNI, Shayne Pattynama belum tentu bisa selalu mengikuti agenda timnas Indonesia, khususnya di luar FIFA Matchday.

Timnas Indonesia

Selasa, 24 Januari 2023

Siap Bersua Shin Tae-yong, Shayne Pattynama Sudah Tentukan Posisi di Timnas Indonesia

Pemain naturalisasi, Shayne Pattynama mengaku dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Timnas Indonesia

Selasa, 24 Januari 2023

Shayne Pattynama Ingin Bawa Timnas Indonesia Jadi Tim Terbaik Asia

Pemain keturunan, Shayne Pattynama, punya ambisi besar membawa timnas Indonesia menjadi salah satu tim terbaik di Asia.

Timnas Indonesia

Selasa, 24 Januari 2023

Dua Pemain yang Mencuri Perhatian Shayne Pattynama di Timnas Indonesia

Pemain naturalisasi, Shayne Pattynama, memberikan komentar soal beberapa calon rekan setimnya di timnas Indonesia.
X