Kisah Ravel Morrison, Pengingat Pemain Timnas U-19 Indonesia agar Berhati-hati dalam Bersikap

24 November 2020, 19:20 WIB
Editor: Taufan Bara Mukti
Foto Ravel Morrison di salah satu akun twitter penggemar Manchester United /Twitter/UtdStand

  • Dua pemain timnas U-19 Indonesia dicoret karena melakukan tindakan indisipliner.
  • Kisah Ravel Morrison di Manchester United setidaknya bisa menjadi gambaran bagi para pemain muda yang tak ingin kariernya rusak.
  • Ravel Morrison merupakan pemain muda paling brilian di angkatannya, namun kehidupan di luar lapangan membuat potensinya tak maksimal.

SKOR.id - Sepenggal kisah perjalanan karier Ravel Morrison di akademi Manchester United bisa menjadi sinyal waspada bagi para pemain muda, terutama di timnas U-19 Indonesia.

Kabar mengejutkan datang hari ini, Selasa (24/11/2020), ketika timnas U-19 Indonesia mengumumkan pencoretan Serdy Ephyfano dan Mochamad Yudha Febrian.

Bukan karena kualitas, Serdy Ephyfano dan Yudha Febrian dipulangkan dari timnas U-19 Indonesia karena masalah indisipliner.

Serdy dan Yudha terlambat datang ke latihan pagi timnas U-19 Indonesia, tak mengikuti sesi timbang badan, dan yang paling memalukan adalah kembali ke hotel pukul tiga pagi.

Bagi Yudha ini adalah masalah indisipliner pertama yang ia alami di timnas U-19 Indonesia. Sementara Serdy sudah dua kali didepak timnas U-19 Indonesia karena masalah kedisiplinan.

 

Sebelumnya, pada Agustus lalu, Serdy dipulangkan dari TC timnas U-19 Indonesia karena telat datang ke sesi latihan.

Hasilnya, penyerang Bhayangkara FC itu tak ikut rombongan timnas U-19 Indonesia yang menjalani TC di Kroasia.

Kedisiplinan dan pergaulan agaknya menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh para pemain muda.

Sudah ada contoh bagaimana dampak buruk pergaulan bisa memengaruhi karier pesepak bola. Kasus ini dialami oleh Ravel Morrison, mantan pemain akademi Manchester United.

Pada 2009 Ravel Morrison bergabung dengan akademi Manchester United. Ia seangkatan dengan Paul Pogba dan Jesse Lingard yang kini sukses bermain di tim utama Setan Merah.

Bakat alami Ravel Morrison membuat pemain-pemain senior Manchester United takjub.

Dalam sebuah kolom di Sunday Times, Wayne Rooney terang-terangan mengakui betapa briliannya Morrison kala itu.

Ravel Morisson
Ravel Morisson

"Saya ingat pernah melihat Ravel Morrison dan berpikir bahwa ia memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan di posisinya," tulis Wayne Rooney.

"Dia percaya diri. Dalam semenit, dia mengolongi Nemanja Vidic tiga kali dalam latihan," Rooney melanjutkan.

Tak hanya Rooney saja yang mengakui kehebatan Morrison. Mantan bek Manchester United dan timnas Inggris, Rio Ferdinand, pun mengatakan hal serupa.

Seperti yang juga disinggung Rooney dalam kolomnya, Ferdinand menyebut Ravel Morrison punya kans untuk menjadi pemain termahal dunia.

"Fergie (Sir Alex Ferguson, mantan pelatih Manchester United) meminta saya untuk menjauhi Ravel," ujar Ferdinand dilansir dari Manchester Evening.

"Dia berkata manajemen akan mengurus dia. Ravel bisa menjadi pemain seharga 100 juta pounds!" kata Ferdinand.

Ravel Morrison (paling kanan) bersama Paul Pogba (tengah) dan Jesse Lingard (paling kiri) saat bermain di akademi Manchester United.
Ravel Morrison (paling kanan) bersama Paul Pogba (tengah) dan Jesse Lingard (paling kiri) saat bermain di akademi Manchester United. Twitter.com/MustWinGame

Dalam autobiografi Sir Alex Ferguson, nama Ravel Morrison juga ikut disebut. Fergie menggambarkan bagaimana pemain muda potensial secemerlang Ravel Morrison bisa rusak karena pergaulan.

"Mungkin Ravel Morrison adalah kasus yang paling bikin sedih," kata Sir Alex Ferguson.

"Ia memiliki talenta alami seperti pemain muda lain yang pernah kami gaet, tapi ia terus saja kena masalah. Setelah periode tertentu di era sejumlah pemain, masalah di luar lapangan terus bertambah dan kami tak punya banyak pilihan selain memutus hubungan dengannya," tulis Fergie dalam bukunya.

Saat Morrison berusia 17 tahun pada 2010, ia mencatatkan debut di tim utama saat Manchester United menang atas Wolverhampton Wanderers di ajang Piala Liga.

Setahun berselang kesempatan bermain kedua baru datang kepada Morrison saat ditekuk Crystal Palace dengan skor 2-3 pada kompetisi yang sama.

Ravel Morrison disebut memiliki temperamen yang meledak-ledak karena dibesarkan di kawasan pinggiran Manchester yang terkenal keras.

Pergaulan Morrison membawanya ke tempat yang tak lebih baik. Pada 2011 Morrison pernah dijatuhi hukuman 12 bulan dan denda 1.445 euro karena tindak kekerasan kepada kekasihnya.

Tiga tahun kemudian, atau pada 2014, kejadian hampir serupa kembali terulang. Morrison didakwa melakukan penyerangan terhadap mantan kekasih dan ibunya.

Seandainya tanpa rentetan masalah tersebut, Ravel Morrison diprediksi bisa melebihi pemain-pemain akademi Manchester United seangkatannya.

Dua legenda Manchester United, Wayne Rooney (kanan) dan Rio Ferdinand (kiri).
Dua legenda Manchester United, Wayne Rooney (kanan) dan Rio Ferdinand (kiri). (Twitter.com/ManUnitedWorld)

"Tapi dia mengalami kesulitan dengan gaya hidup dan lingkungan, yang sebenarnya menyedihkan buatnya, karena saat itu saya melihat Pogba, Lingard, dan pemain lain terus tumbuh," tutur Rooney.

"Awalnya Ravel bahkan lebih jago dari mereka semua dengan keunggulan yang jauh sekali," kata eks-kapten timnas Inggris itu.

Karier Ravel Morrison terus menerus mengalami penurunan karena masalah yang ia dapatkan di luar lapangan.

Dipinang West Ham pada 2015, Morrison kerap dipinjamkan hingga akhirnya kini bermain di ADO Den Haag.

Pemain yang berpaspor Inggris dan Jamaika itu sempat digadang-gadang akan menjadi talenta terbaik Manchester United, namun kini nyatanya hanya di tim semenjana.

"Ini situasi yang sulit karena beberapa anak memiliki pergaulan yang lebih sulit daripada yang kita kira. Kita harus bimbing dia," ujar Ferdinand.

"Saya tak pernah melihat pemain berusia 14-15 tahun seperti dia sebelumnya. Pertandingan terasa amat mudah bagi Morrison. Tapi skill tak akan membawa Anda ke mana-mana, mental dan attitude yang akan mengangkat Anda ke puncak karier dan membuat Anda tetap bertahan di sana," ia menuturkan.

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia)

Berita Timnas U-19 Indonesia Lainnya:

Pencoretan Dua Pemain Indisipliner Tak Ganggu Jalannya TC Timnas U-19 Indonesia

Kakang Rudianto Lolos Garuda Select III, Dipanggil Timnas U-19, lalu Promosi ke Persib

Nova Arianto Beberkan Kesalahan Serdy Ephyfano dan Yudha Febrian hingga Dicoret Timnas U-19 Indonesia

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Timnas Indonesia

Selasa, 24 November 2020

Serdy Ephy Fano, Dua Kali Dicoret Timnas U-19 Indonesia karena Indisipliner

Pencoretan pemain karena indisipliner di timnas U-19 Indonesia kembali menimpa Serdy Ephy Fano.

Timnas Indonesia

Selasa, 24 November 2020

Respons Ketum PSSI Usai Pencoretan Pemain Timnas U-19 Karena Indisipliner

Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan, mengomentari pencoretan pemain yang kembali terjadi di timnas U-19 Indonesia.

Timnas Indonesia

Selasa, 24 November 2020

Pemain Debutan Timnas U-19 Indonesia Dapat Pesan Penting dari Akademi Persib

Kakang Rudianto diharapkan mampu bersinar di timnas U-19 Indonesia.

Terbaru

Timnas Indonesia

Minggu, 17 Januari 2021

Piala Asia U-19 Batal, Begini Pesan Shin Tae-yong ke Pemain Timnas U-19 Indonesia

Pelatih timnas U-19 Indonesia, Shin Tae-yong, merespons pembatalan Piala Asia U-19.

Timnas Indonesia

Jumat, 15 Januari 2021

AFC Batalkan Piala Asia Futsal 2020

Namun begitu, AFC masih belum memberitahukan jadwal baru untuk Piala Asia Futsal 2020.

Timnas Indonesia

Jumat, 15 Januari 2021

Tanggapan PSSI soal Pembatalan Piala Asia U-16 dan Piala Asia U-19 2020

AFC telah memutuskan untuk membatalkan Piala Asia U-16 dan Piala Asia U-19 2020.

Timnas Indonesia

Jumat, 15 Januari 2021

Breaking News: AFC Resmi Batalkan Piala Asia U-16 dan Piala Asia U-19

Berdasarkan surat resmi yang diterima PSSI pada Jumat (5/1/2021), Komite AFC membatalkan kompetisi akibat pandemi Covid-19.

Timnas Indonesia

Jumat, 15 Januari 2021

Resmi, FFI Tunjuk Specs Jadi Apparel Timnas Futsal Indonesia

Federasi Futsal Indonesia (FFI) resmi menjalin kerja sama dengan apparel olahraga, Specs.

Timnas Indonesia

Jumat, 15 Januari 2021

PSSI Tetap Siapkan Timnas U-19 dan U-16, Meski Piala Asia U-16 dan U-19 Abu-abu

Piala Asia U-19 dan U-16 2021 dirumorkan akan batal tapi PSSI tetap mempersiapkan kekuatan timnas U-19 dan U-16 Indonesia.

Timnas Indonesia

Kamis, 14 Januari 2021

Trio Persija Beberkan Hasil TC Timnas U-19 Indonesia di Spanyol

Persija Jakarta menyumbangkan tiga pemain dalam pemusatan latihan (TC) timnas U-19 Indonesia di Spanyol.

Timnas Indonesia

Kamis, 14 Januari 2021

Pemain Asal Tanzania Gabung ke Skuad Garuda Select III

Tim Garuda Select III mendapat tambahan amunisi yakni pemain asal Tanzania, Shaban Mbwana Kingazi.

Timnas Indonesia

Kamis, 14 Januari 2021

Visa Kerja Rampung, Bagus Kahfi Segera Terbang ke Belanda

Amiruddin Bagus Kahfi, pemain muda asal Indonesia, selangkah lagi terbang ke Belanda.

Timnas Indonesia

Kamis, 14 Januari 2021

Menpora Tegaskan Sudah Setop Pembiayaan Timnas U-19 Indonesia

Menpora, Zainudin Amali, menegaskan telah menyetop pembiayaan seluruh kegiatan timnas U-19 Indonesia.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X