Sama-sama Jadikan Sepak Bola sebagai Alat Politik, Ekspresi Bapak Bangsa Indonesia dan Vietnam Kini Mungkin Berbeda

21 Mei 2022, 12:30 WIB
Penulis: Jalu W Wirajati
Editor: Rais Adnan
Presiden pertama RI, Soekarno, saat bersama Ho Chi Minh.
Presiden pertama RI, Soekarno, saat bersama Ho Chi Minh. /Dok. Kedutaan Besar Vietnam

 

  • Bapak Bangsa Vietnam, Ho Chi Minh, punya banyak kesamaan dengan Soekarno, salah satunya soal sepak bola.
  • Soekarno dan Ho Chi Minh memang bersahabat baik. Dasarnya adalah mereka sama-sama berjuang menghapus imperialisme dan kolonialisme di dunia, khususnya di negara-negara kecil.
  • Ho Chi Minh tentu saja akan tersenyum andai bisa menyaksikan prestasi sepak bola dari negara yang didirikannya. Ekspresi berbeda mungkin akan didapat sahabatnya, Soekarno.

SKOR.id - Tanggal 19 Mei diperingati sebagai Hari Lahir Ho Chi Minh, Bapak Bangsa Vietnam yang ternyata punya banyak kesamaan dengan Soekarno, Bapak Bangsa Indonesia, salah satunya soal sepak bola.

Bagi rakyat Vietnam, Ho Chi Minh bukan sekadar presiden pertama, lebih dari itu. Hal tersebut setidaknya bisa dilihat pada SEA Games 2021 di Hanoi. 

Ada yang unik pada laga semifinal SEA Games 2021 Vietnam di Stadion Thien Truong, Kamis (19/5/2022), yang mempertandingkan timnas U-23 Indonesia vs Thailand.

Laga Indonesia vs Thailand itu dihadiri belasan ribu suporter Vietnam, khususnya warga Nam Dinh - yang memang dikenal sangat menggilai sepak bola. Apa pun tim yang berlaga, pasti akan ditonton dan didukung.

Hal itu juga terlihat pada laga Indonesia vs Thailand. Warga Nam Dinh menyerukan, "Vietnam... Vietnam... Thailand... Thailand... Indo(nesia)... Indo(nesia)..." sepanjang laga.

Lantaran bertepatan dengan hari lahir bapak bangsa mereka, suporter Vietnam pun memainkan lagu "Happy Birthday" diiringi dentuman drum sejak sebelum laga dimulai.

Bac Ho atau Paman Ho, begitu Ho Chi Minh dikenal lahir pada 19 Mei 1890. Dia merupakan presiden pertama Republik Vietnam.

Perjuangannya untuk membawa Vietnam merdeka dari kolonialisme membuat Ho Chi Minh selalu tampil bersahaja, hanya memakai setelan putih dan bersandal, bahkan rela tidak menikah sebelum kemerdekaan diraih.

Ho Chi Minh (tengah) ketika menyaksikan laga sepak bola.
Ho Chi Minh (tengah) ketika menyaksikan laga sepak bola. Tangkapan layar Wikipedia
 

Hal itu diceritakan Megawati Soekarnoputri, presiden perempuan pertama Indonesia yang juga putri dari Bung Karno. Megawati begitu terkenang dengan kunjungan Paman Ho ke Indonesia pada 1959.

"Saya bertanya kepada ayah, ‘Mengapa pemimpin itu memakai sandal?’ Ayah saya tersenyum dan berkata, ‘Nanti bertanya kepada Beliau’. Dan jawaban Paman Ho membuat saya terkenang selama-lamanya, ‘Nanti kalau perjuangan Vietnam menang, saya baru memakai sepatu," kenang Megawati seperti dikutip dari VoV World.

Soekarno dan Ho Chi Minh memang bersahabat baik. Dasarnya adalah mereka sama-sama berjuang menghapus imprealisme dan kolonialisme di dunia, khususnya di negara-negara kecil.

"Mereka selalu mempunyai pandangan yang sama tentang masalah-masalah internasional, dan selalu percaya, mendukung perjuangan yang dipimpin saudaranya," tulis Profesor Tran Thi Minh Tuyet, dosen sejarah di Vietnam.

Kesamaan lain dari Ho Chi Minh dan Soekarno adalah soal sepak bola. Dua pemimpin bangsa itu sama-sama menilai sepak bola bisa menjadi alat politik untuk mengenalkan negara mereka di kancah internasional.

"Bagi Soekarno, sepak bola adalah alat perjuangan. Sepak bola memiliki misi diplomatik sekaligus ajang promosi Indonesia secara resmi yang selalu mendapat dukungan negara," tulis Rojil Nugroho Bayu dalam jurnal "Politik Olahraga Soekarno: Menggelar Indonesia melalui Sepak Bola dan Bulu Tangkis".

Pembangunan Stadion Utama Senayan serta menggelar Ganefo dan Asian Games 1962 menjadi bukti nyata bagaimana Soekarno menjadikan sepak bola sebagai mercu suar Indonesia ke dunia luar.

"Soekarno memfasilitasi beragam kebutuhan dalam sepak bola, termasuk pendanaan. Semua dilakukan untuk memunculkan gelora nasionalisme melalui sepak bola," tulis Maulwi Saelan dalam buku Sepak Bola Jilid 1.

Idem ditto dengan Ho Chi Minh. Paman Ho melihat sepak bola bisa menjadi alat perjuangan negara sekaligus menjadikan Vietnam semakin dilihat oleh dunia luar, khususnya negara-negara Barat.

Dikutip dari VTC, 8 Maret 1946 atau 6 bulan setelah dilantik jadi Presiden Republik Demokrasi Vietnam alias Vietnam utara, hadir ke Sekolah Jasmani Negara untuk mereview kurikulum, metode latihan, dan asrama bagi para siswa. 

Sore harinya, Bac Ho mendatangi Lapangan SEPTO - kini menjadi Stadion Hang Day di Hanoi - untuk menyaksikan pertandingan sepak bola antara para tentara. Laga ini kemudian tercatat sebagai pertandingan sepak bola pertama di negara tersebut setelah merdeka.

Ho Chi Minh hadir dengan setelan khasnya, baju putih, termasuk sandal! Seperti halnya Soekarno, Ho didaulat untuk melakukan sepak mula pada laga tersebut. Setelah itu, dia beberapa kali diminta melakukan hal serupa untuk beberapa pertandingan lain.

September 1946, sepulang dari Prancis - yang sebelumnya menjajah Vietnam, Ho menggelar pertandingan persahabatan antara pelaut Prancis dan pekerja Pelabuhan Hai Phong.

Menurut Profesor Nguyen Xien, pertandingan persahabatan itu dianggap sebagai langkah diplomatis cerdas Paman Ho yang tengah bernegosiasi lantaran saat itu Prancis tengah berupaya melakukan agresi kembali.

Di luar dugaan, dalam pertandingan yang disaksisan ribuan penonton hingga sampai memanjat pohon segala, tuan rumah yang diperkuat sejumlah pemain bola yang menghadapi pelaut Prancis unggul terlebih dahulu.

Lalu, sepak bola sebagai alat politik ditunjukkan oleh Paman Ho dan jajaran para petinggi Vietnam. Penyelenggara pertandingan meminta para pemain untuk tidak terlalu ngotot karena pertandingan ini berstatus laga persahabatan. Pertandingan pun berakhir imbang 1-1.

"Presiden Ho dengan cerdas memanfaatkan sepak bola untuk menunjukkan kekuatan dan kebijakan rakyat Vietnam. Hal itu membuat banyak orang antusias mengikuti langkahnya untuk membawa Vietnam menuju kemerdekaan, kebebasan, dan kebahagiaan," tulis Nguyen Xien.

Tiga belas tahun setelah laga sepak bola pertama di Vietnam, hubungan diplomatik negara tersebut dengan Indonesia dimulai. Status sepak bola di dua negara ini pun tak lepas dari alat politik.

Asosiasi Sepak Bola Vietnam dan operator liga sempat beberapa kali terkena interupsi politik. Hal inilah yang sempat membuat sepak bola di negara tersebut terjerembap ke titik nadir, termasuk soal judi dan pengaturan skor. Terdengar familiar?

Akan tetapi, setelah itu sepak bola Vietnam berubah. Aturan ketat dibuat untuk tim yang akan berkompetisi, termasuk besaran rekening awal mereka sebagai dana jaminan supaya tidak mundur di tengah jalan.

Situasi tersebut sempat membuat banyak klub mundur dan memilih merger karena tak punya kekuatan finansial cukup. Dengan biaya yang sudah tinggi, klub-klub pun lantas memilih mengembangkan akademi dan memakai pemain muda alih-alih menggaji tinggi bintang.

Regulasi ketat dan hukuman berat dengan bekerja bersama pihak kepolisian membuat sepak bola Vietnam berangsur-angsur membaik. Keseriusan itu pun terlihat dari prestasi timnas mereka.

Dalam satu dekade terakhir atau sejak format baru liga pada 2012, Vietnam bisa meraih satu medali emas SEA Games dari sepak bola putra - memutus hat-trick Thailand pada 2019 dan dua medali emas dari nomor putri.

Golden Star Warrior - julukan timnas Vietmam - saat ini tercatat sebagai wakil pertama Asia Tenggara yang sudah tembus Piala Asia 2023 dan menembus babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Vietnam jualah yang menjadi satu-satunya anggota ASEAN yang tembus 100 besar Ranking FIFA per Maret 2022.

Timnas putri mereka pun tak kalah beprestasi. Kolektor medali emas terbanyak dengan 6 kali juara itu tembus putaran final Piala Dunia Wanita 2023! Nama Vietnam pun makin diperhitungkan di kancah sepak bola, tidak lagi berada di level Asia Tenggara melainkan dunia!

Presiden Soekarno memberikan piala kepada seorang pemain yang menjuarai pertandingan sepak bola di Lapangan Bataviase Voetbal Club (BVC).
Presiden Soekarno memberikan piala kepada seorang pemain yang menjuarai pertandingan sepak bola di Lapangan Bataviase Voetbal Club (BVC). Dok. ANRI

Ho Chi Minh tentu saja akan tersenyum andai bisa menyaksikan prestasi sepak bola dari negara yang didirikannya. Ekspresi berbeda mungkin akan didapat sahabatnya, Soekarno.

Alih-alih melihat sepak bola sebagai alat politik untuk membuat Indonesia terpandang, cabang olahraga ini justru menjadi alat politik di dalam negeri. Banyak yang memanfaatkan sepak bola untuk meningkatkan brand awareness personal mereka, ketimbang berpikir dengan kacamata yang lebih besar.

Ketika timnas Vietnam sudah mulai diperhitungkan di level Asia bahkan dunia, pemangku kepentingan di Indonesia masih berpikir juara di Asia Tenggara adalah level atas yang untuk dicapai.

Bisa dibayangkankah, kalimat penghiburan apa yang akan diucapkan Ho Chi Minh kepada sahabatnya Soekarno andai mereka tengah menyaksikan sepak bola ini di alam lain?

Baca Juga Berita Sepak Bola Nasional Lainnya:

Opini: Ketika Mimpi Raih Emas Indonesia Terkubur di Teater Impian

SEA Games 2021: Shin Tae-yong Kecewa Berat dengan Sikap Tidak Fair Play Pemain Timnas U-23 Indonesia

 

 

Tag

Video

Berita Terkait

Liga 1

Sabtu, 21 Mei 2022

Baru Latihan Empat Hari, Pemain Persib Disebut Punya Catatan yang Positif

Pelatih fisik Persib Bandung, Yaya Sunarya, memastikan bahwa para pemainnya mulai menunjukkan progres positif sejak memulai agenda latihan bersama.

Dunia

Sabtu, 21 Mei 2022

Dua FIFA Matchday Ujian Timnas Malaysia Sebelum Kualifikasi Piala Asia 2023

Timnas Malaysia akan diuji Brunei dan Hong Kong dalam agenda FIFA Matchday untuk persiapan ke Kualifikasi Piala Asia 2023.

Liga Italia

Sabtu, 21 Mei 2022

Paul Pogba Sudah Oke Pindah ke Turin, Juventus Menang Banyak

Gelandang Manchester United, Paul Pogba santer dikabarkan telah mencapai kesepakatan personal dengan Juventus.

Bola Internasional

Sabtu, 21 Mei 2022

Erling Haaland Beri Hadiah Perpisahan Mewah untuk Rekan Setim di Borussia Dortmund

Erling Haaland menghabiskan 500 ribu poundsterling sebagai hadiah perpisahan untuk rekan setimnya di Borussia Dortmund.

Terbaru

Timnas Indonesia

Senin, 27 Juni 2022

Persiapan Timnas Sepak Bola Amputasi untuk Tampil di Piala Dunia 2022

Timnas sepak bola amputasi Indonesia tengah bersiap untuk menghadapi Piala Dunia Sepak Bola Amputasi.

Timnas Indonesia

Senin, 27 Juni 2022

Piala AFF U-19 2022: Jadwal, Hasil, dan Klasemen Lengkap

Berikut ini adalah jadwal, hasil, dan klasemen lengkap turnamen Piala AFF U-19 2022.

Timnas Indonesia

Senin, 27 Juni 2022

Menpora Jamin Semua Negara Berhak Tampil di Indonesia untuk Piala Dunia U-20 2023

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali menjamin semua negara berhak tampil di Piala Dunia U-20 2023.

Timnas Indonesia

Senin, 27 Juni 2022

Piala AFF U-19 2022: Lawan Kedua Timnas U-19 Indonesia yang Pertama Tiba di Jakarta

Brunei U-19 yang merupakan calon lawan timnas U-19 Indonesia Piala AFF U-19 2022, jadi yang pertama tiba di Jakarta.

Timnas Indonesia

Senin, 27 Juni 2022

Pelatih Timnas U-19 Vietnam Tak Gentar Hadapi Shin Tae-yong di Piala AFF U-19 2022

Pelatih timnas U-19 Vietnam, Dinh The Nam, menyimpan hasrat untuk menghadapi pelatih timnas U-19 Indonesia, Shin Tae-yong.

Timnas Indonesia

Minggu, 26 Juni 2022

Eksklusif: Shin Tae-yong Bicara Karakter Mobil Kesukaan dan Kondisi Lalu Lintas di Indonesia

Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkapkan karakter mobil yang disukainya.

Timnas Indonesia

Sabtu, 25 Juni 2022

Eksklusif: Shin Tae-yong Akui Mental Pemain Timnas Indonesia Masih Mudah Menyerah

Shin Tae-yong membeberkan hal-hal yang harus diperbaiki oleh pemain timnas Indonesia setelah lolos ke Piala Asia 2023.

Timnas Indonesia

Sabtu, 25 Juni 2022

Pemain Komplit, Timnas Putri Indonesia Asah Taktik untuk Piala AFF Wanita 2022

Seluruh pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan timnas putri Indonesia telah bergabung dalam tim.

Timnas Indonesia

Sabtu, 25 Juni 2022

Eksklusif: Shin Tae-yong Akui Kualitas Timnas Indonesia Masih di Bawah Vietnam dan Thailand

Pelatih Shin Tae-yong mengakui bahwa kualitas timnas Indonesia masih berada di bawah Vietnam dan Thailand.

Timnas Indonesia

Sabtu, 25 Juni 2022

Eksklusif: Olahraga Favorit Shin Tae-yong Selain Sepak Bola

pelatih Shin Tae-yong ternyata memiliki kegemaran lain selain sepak bola. Salah satunya adalah mendaki gunung hingga bermain tennis.
X